Jenis Kereta Api Indonesia

PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku BUMN penyelenggara angkutan kereta api melayani angkutan penumpang menggunakan 4 kereta berdasarkan sistem kerja lokomotifnya, yaitu kereta lokomotif uap, lokomotif diesel, kereta rel listrik (KRL), kerete rel diesel (KRD).

Kereta lokomotif uap dan lokomotif diesel memiliki persamaan, yaitu mengandalkan lokomotif sebagai sumber tenaga untuk menarik rangkaian gerbong penumpang.

Berbeda dengan KRL dan KRD formasi keretanya terdiri dari gerbong yang masing-masing memiliki roda penggerak untuk menjalankan gerbong secara serempak.

Kereta uap

Sesuai dengan namanya, rangkaian kereta penumpang ini ditarik oleh lokomotif uap. Cara kerja lokomotif uap adalah dengan memanfaatkan tekanan uap dari ketel besar.

Tekanan uap itu diteruskan untuk menggerakkan piston yang akan mendorong dan menarik roda lokomotif untuk berputar.

PT KAI sampai saat ini masih melayani kereta penumpang berlokomotif uang sebatas untuk tujuan wisata seperti di Museum Kereta Api Ambarawa Jawa Tengah, kereta wisata Mak Item jurusan Sawahlunto-Muaro Kalaban, dan kereta uap Jaladara di kota Solo.

Kereta Diesel

Formasinya sama seperti kereta uap, yaitu sebuah lokomotif yang menarik rangkainan gerbong.

Berbeda dengan lokomotif uap, lokomotif diesel menggunakan mesin penggerak diesel berbahan bakar solar untuk diteruskan ke roda penggerak baik secara elektrik dengan mesin traksi (dikenal dengan lokomotif diesel elektrik) dan secara hidrolik dengan gardan ke roda (dikenal dengan lokomotif diesel hidrolik).

Indonesia memasuki era lokomotif diesel pada 1950-an ketika hadir lokomotif diesel pertama tahun 1953 berupa lokomotif diesel elektrik seri CC 200 berkekuatan 1.750 tenaga kuda buatan General Electric.

Sampai sekarang KAI mengandalkan rangkaian kereta berlokomotif diesel untuk penumpang jarak jauh.

Kereta Rel Listrik

Merupakan rangkaian kereta penumpang dengan penggerak yang dimiliki setiap gerbong berupa traksi motor pemutar roda gandar.

Sumber tenaga traksi motor yang berada di kolong gerbong tersebut berasal dari listrik eksternal.

Listrik tersebut disalurkan dari jaringan kabel listrik yang dipasang di sepanjang rel dengan sebuah pantograf yang menjulur dari atas gerbong dan terlihat menempel ke jaringan kabel listrik.

Karena keterbatasan jalur rel berjaringan listrik, KRL hanya melayani penumpang jarak pendek dan komuter.

Kereta Rel Diesel

Prinsip kerjanya sama dengan KRL yaitu terdiri dari rangkaian gerbong yang memiliki penggerak sendiri.

Bedanya KRD menggunakan sumber listrik internal dari pembangkit diesel yang terpasang di setiap gerbong.

Karena menggunakan sumber tenaga internal dari pembangkit diesel, KRD bisa dioperasikan untuk penumpang jarak jauh, seperti KRD Madiun Jaya jurusan Madiun-Yogyakarta.

Sumber

Postingan Yang Menarik Lainnya :

Leave a Reply